Menyusun strategi konferensi pers atau press conference untuk satu brand saja sudah membutuhkan perencanaan matang. Bagaimana jika yang tampil di satu panggung ada tiga perusahaan sekaligus, dari tiga sektor berbeda, dengan tiga kepentingan bisnis yang tidak selalu sejalan?
Inilah tantangan yang dihadapi saat Lalamove, Tokio Marine, dan Qoala mengumumkan kolaborasi mereka menghadirkan perlindungan asuransi perjalanan bagi mitra pengemudi dan pengguna layanan mobilitas. Untuk menyatukan tiga brand dengan kepentingan berbeda dalam satu konferensi pers, bukan perkara yang bisa dijalankan tanpa strategi yang matang.
Oleh karena itu, keberadaan Genaya Public Relations agency sangat dibutuhkan untuk menyusun strategi konferensi pers yang memastikan ketiga brand tampil seimbang, tetap satu suara, dan pesannya sampai ke media secara tepat. Ingin tahu seperti apa? Yuk, simak informasinya berikut ini!
1. Ketika Logistik, Asuransi, dan Insurtech Bersatu
Kolaborasi ini menghadirkan perlindungan Group Personal Accident bagi mitra pengemudi dan pengguna Lalamove Ride, dengan nilai pertanggungan hingga Rp50 juta yang mencakup risiko kecelakaan, cacat tetap, hingga santunan meninggal dunia. Inisiatif ini merespons kebutuhan perlindungan yang semakin penting di tengah tingginya risiko pekerjaan pengemudi online. Berdasarkan data Korlantas Polri 2025, tercatat 141.608 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia dengan kendaraan roda dua mendominasi 68-72% dari total kasus tersebut.
Bagi Lalamove, kerja sama ini memperkuat komitmen memberikan rasa aman bagi ekosistem penggunanya. Bagi Tokio Marine, ini adalah langkah menghadirkan solusi proteksi yang relevan dengan kebutuhan aktivitas digital masa kini. Sementara bagi Qoala, kolaborasi ini menegaskan perannya sebagai broker asuransi yang mengintegrasikan teknologi untuk mempermudah proses klaim. Tiga kepentingan berbeda, namun harus disampaikan sebagai satu narasi yang utuh kepada media dan publik.
2. Tantangan di Balik Konferensi Pers Multi-Brand
Ketika tiga perusahaan tampil bersama, risiko terbesar bukan pada substansi kerja sama itu sendiri, melainkan pada eksekusi komunikasinya. Tanpa strategi konferensi pers yang matang, salah satu brand bisa terkesan lebih menonjol dibanding yang lain, pesan yang disampaikan tiap juru bicara bisa tidak sinkron, atau media justru kesulitan menangkap inti kolaborasi karena terlalu banyak sudut pandang yang disampaikan sekaligus.
3. Strategi Konferensi Pers yang Diterapkan Genaya PR
Untuk memastikan konferensi pers ini berjalan efektif dan pesan ketiga brand tersampaikan secara seimbang, Genaya PR menangani beberapa lini kerja sekaligus:
a. Persiapan Konferensi Pers
Genaya PR menyusun talking points untuk masing-masing narasumber, MC script, serta rundown acara yang memastikan porsi bicara ketiga perusahaan proporsional. Tim juga menyiapkan panduan do’s and don’ts, serta antisipasi pertanyaan (anticipated Q&A) agar setiap narasumber siap merespons pertanyaan media dengan pesan yang konsisten satu sama lain.
b. Media Relations Menyeluruh
Kerja media relations dilakukan di tiga tahap: sebelum acara (memastikan media yang relevan hadir dan memahami angle kolaborasi ini), saat acara berlangsung (memfasilitasi sesi wawancara dan tanya jawab), serta setelah acara (follow-up ke media yang belum sempat menulis dan memastikan pemberitaan akurat).
c. Monitoring dan Reporting
Hasil setelah konferensi pers berlangsung, Genaya PR melakukan monitoring pemberitaan secara menyeluruh untuk mengukur jangkauan, akurasi, dan sentimen liputan yang dihasilkan, sekaligus menyusun laporan hasil sebagai bahan evaluasi.
4. Dampak yang Tercipta dari Konferensi Pers Multi-Brand
Strategi konferensi pers yang disusun secara matang ini membuahkan hasil yang melampaui target awal:
- Media attendees melampaui target hingga 120%.
- Publikasi media melampaui target hingga 153%.
- 20 artikel di antaranya dimuat di media tier 1, memastikan jangkauan pemberitaan menyasar audiens yang luas dan kredibel.
- Beberapa media tier 1 yang memuat liputan kolaborasi ini di antaranya: JawaPos, Investor.id, Medcom.id, Suara.com, Media Indonesia dan Times Indonesia.
- 91,3% pemberitaan menyebutkan brand dan juru bicara secara langsung di dalam isi artikel, sementara 8,7% sisanya berupa artikel berbasis foto yang berfokus pada liputan visual acara.
Studi kasus ini menunjukkan bahwa strategi konferensi pers yang efektif untuk kolaborasi multi-brand bukan sekadar soal menyatukan tiga perusahaan di satu panggung, melainkan menyusun satu narasi yang koheren, memastikan setiap juru bicara siap menghadapi media, dan mengukur hasilnya secara terukur setelah acara selesai. Pendekatan menyeluruh inilah yang memungkinkan hasil di atas target tercapai, bukan hanya dari sisi jumlah media yang hadir. Akan tetapi, juga kualitas dan jangkauan pemberitaan yang dihasilkan.
Jika perusahaan Anda berencana mengadakan konferensi pers dengan banyak pemangku kepentingan sekaligus, tim Genaya PR siap membantu menyusun strategi komunikasi yang memastikan setiap brand tampil seimbang dan pesan tersampaikan secara efektif ke media. Yuk, langsung hubungi Genaya PR sekarang!


