Di era informasi yang serba cepat, press conference atau konferensi pers bukan lagi sekadar acara formal yang dihadiri media. Bagi jurnalis, konferensi pers adalah ajang seleksi “apakah informasi yang disampaikan cukup penting untuk diliput, atau justru akan diabaikan karena tidak memiliki nilai berita”.
Banyak brand merasa sudah menggelar konferensi pers dengan baik, tetapi hasil publikasinya minim. Masalahnya bukan pada jumlah media yang hadir, melainkan pada bagaimana konferensi pers dirancang dari sudut pandang media dan audiens mereka.
Berikut tips press conference yang lebih realistis, relevan, dan dibutuhkan agar pesan brand Anda benar-benar sampai ke publik. Yuk, simak informasinya di bawah ini!
1. Tentukan Tujuan Press Conference dengan Jelas
Langkah awal yang sering terlewat adalah merumuskan tujuan press conference secara spesifik. Apakah untuk peluncuran produk, pengumuman kerja sama strategis, klarifikasi isu, atau milestone bisnis?
Tujuan yang jelas akan memudahkan penyusunan pesan utama, pemilihan narasumber, hingga penentuan angle berita yang relevan bagi media. Tanpa tujuan yang terarah, konferensi pers berisiko kehilangan fokus dan tidak menarik bagi jurnalis.
2. Press Conference Harus Menjawab “Kenapa Audiens Media Harus Peduli?”
Kesalahan paling umum dalam press conference adalah terlalu fokus pada brand, bukan pada dampaknya. Media tidak menulis tentang “siapa Anda”, tetapi tentang “apa artinya bagi pembacanya”.
Sebelum menentukan konsep acara, jawab satu pertanyaan krusial:
“isu apa yang bisa dirasakan, dipahami, atau berdampak langsung bagi audiens media?”
Ketika pesan press conference disusun berdasarkan sudut pandang ini, peluang publikasi akan meningkat secara signifikan.
3. Angkat Isu yang Relevan dan Bernilai Berita dalam Press Conference
Media selalu mencari informasi yang memiliki nilai berita tinggi. Maka dari itu, pastikan topik konferensi pers Anda aktual, relevan dengan tren industri, dan memiliki dampak bagi publik atau sektor terkait.
Hindari materi yang terlalu promosi. Sebaliknya, kemas pesan brand dalam konteks yang lebih luas, misalnya inovasi, solusi atas kebutuhan pasar, atau kontribusi terhadap industri. Pendekatan ini akan membuat media lebih tertarik untuk meliput.
4. Data Nyata Lebih Kuat dari Klaim Besar
Klaim seperti “terbaik”, “pertama”, atau “terdepan” sudah terlalu sering digunakan. Media dan audiens kini jauh lebih kritis.
Konferensi pers yang berdampak selalu didukung oleh:
- Data internal atau riset
- Angka pertumbuhan, tren, atau dampak
- Fakta yang bisa diverifikasi
Data membuat pesan brand lebih kredibel dan memudahkan media menulis berita berbasis fakta, bukan promosi.
5. Narasumber Harus Bisa “Ngomong Media”, Bukan Sekadar Pejabat
Narasumber adalah wajah utama dalam press conference. Pilih figur yang memiliki otoritas, pemahaman mendalam, dan mampu menyampaikan pesan secara lugas serta persuasif.
Selain itu, lakukan media briefing sebelum acara. Persiapan ini penting agar narasumber memahami pesan kunci, potensi pertanyaan media, serta cara menjawab dengan aman dan strategis.
6. Susun Press Release yang Kuat dan Media-Friendly
Press release atau siaran pers menjadi pegangan utama jurnalis dalam menulis berita. Gunakan struktur yang jelas, bahasa yang ringkas, dan judul yang menarik. Pastikan press release menjawab unsur 5W+1H, dilengkapi kutipan narasumber, serta data pendukung yang relevan. Siaran pers yang baik akan memperbesar peluang berita dipublikasikan tanpa banyak revisi dari redaksi.
7. Perhatikan Teknis Acara dan Pengalaman Media
Lokasi yang strategis, jadwal yang tepat, alur acara yang tertata, hingga kelengkapan media kit sangat memengaruhi kenyamanan jurnalis. Materi yang jelas, foto berkualitas, dan press release yang siap pakai, memungkinkan berita tersebut dipublikasikan dengan cepat dan akurat.
Maka dari itu, press conference yang profesional mencerminkan keseriusan brand dalam membangun hubungan dengan media. Detail teknis yang rapi juga membantu media bekerja lebih efisien saat peliputan.
8. Lakukan Media Relations dan Follow Up Pasca Acara Press Conference
Konferensi pers tidak berhenti saat acara selesai. Lakukan follow up kepada media, kirimkan press release, foto, dan materi pendukung sesegera mungkin. Hubungan yang baik dengan media akan membuka peluang liputan lanjutan dan kerja sama komunikasi jangka panjang.
Mengelola press conference secara efektif membutuhkan pengalaman, jaringan media yang kuat, serta pemahaman strategi komunikasi yang tepat. Di sinilah peran press conference management profesional menjadi krusial.
Genaya Public Relations hadir sebagai partner strategis dalam layanan jasa konferensi pers manajemen yang komprehensif, mulai dari perencanaan konsep, penyusunan pesan dan press release, pengelolaan media relations, koordinasi acara, hingga monitoring dan reporting publikasi.
Jika Anda ingin press conference brand Anda tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga berdampak dan mendapatkan eksposur media yang kredibel, saatnya berkolaborasi bersama Genaya Public Relations sekarang!


